spot_img
BerandaPeristiwaJamaah Masjid Quba’ Layang Antusias Tanya MUI Makassar

Jamaah Masjid Quba’ Layang Antusias Tanya MUI Makassar

MUIMAKASSAR.OR.ID, MAKASSAR – Safari Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar di Masjid Quba Layang Jalan Tinumbu Lorong 148 Kecamatan Bontoala, Makassar, Selasa (14/11/2023) petang, disambut penuh antusias oleh jamaah. 

Safari ke masjid-masjid tersebut mengusung tema “Umat Bertanya MUI Menjawab”. Kegiatan ini merupakan salah satu program rutin mingguan pengurus. Selain mempererat silaturrahim, program digagas untuk mendengarkan langsung problematika masyarakat yang bertalian dengan masalah-masalah keagamaan.

Safari masjid itu dipimpin langsung Ketua Umum MUI Makassar Syekh. AG. Dr. H. Baharuddin HS, MA. Hadir pula Ketua I KH. Abdul Mutthalib, serta para pengurus lainnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Anak tampil sebagai pemateri. Meski begitu, pembahasan tidak hanya terbatas pada masalah-masalah yang berkaitan dengan perempuan dan anak.

Dalam pengantar diskusinya, Ketua Komisi Perempuan, Remaja dan Anak (PRK) MUI Makassar, Dr. Hj. Syukriah, menjelaskan pentingnya keluarga memperhatikan tumbuh kembang anak. Karena keluarga adalah pendidiikan pertama anak.

Sesi tanya jawab yang diberikan moderator Dr. Sabir Maidin, langsung disambut antusias jamaah. Sejumlah jamaah nampak mengacungkan tangan agar diberi kesempaatan bertanya. Tidak jamaah laki-laki, melainkan juga jamaah perempuan.

Jamaah menanyakan rupa-rupa masalah, mulai dari jilbab berwarna-warni hingga siapa calon presiden yang harus dipilih dalam Pilpres 2024.

Seorang jamaah, Syahrir menanyakan soal bagaimana mengendalikan anak yang kecanduan main gadget. baginya, anak yang kecanduan main hp memberikan dampak buruk.

“Kenapa MUI tidak mengeluarkan fatwa soal penggunaan hp android atau fatwa haram main bagi anak. Karena hal itu merusak anak anak,” tanyanya.

Hj Hadijah dari shaf perempuan mengajukan pertanyaan soal hukum mukenah yang berwarna-warni. Ia juga bertanya, di shaf mana harus berdiri ketika datang salat berjamaah, sementara shaf sudah terisi kiri dan kanan, sementara tengahnya kosong.

Pun ada yang meminta klarifikasi soal fatwa MUI yang mengharamkan menghkonsumsi profduk-produk yang memiliki afiliasi denga Israel. “Bagaimana jika sudah terlanjur dibeli,”  katanya.

Satu per satu pertanyaan itu dijawab oleh Komisi PRK, Ketua MUI AGH Baharuddin, serta Ketua I KH Abdul Mutthalib.

AGH Baharuddin menyatakam bahwa soal produk-produk yang terafiliasi dengan Israel atau pemiliknya mendukung Israel, jika sudah terlanjur dibeli maka itu tidak masalah. Ia mengatakan, silakan dikonsumsi. Tetapi, jika belum dibeli produk tersebut maka sebaiknya dihindari.

Soal permintaan MUI mengeluarkan fatwa soal hp android, AGH Baharuddin mengatakan, akan membicarakannya dengan pengurus. Sebab, sebelum mengeluarkan fatwa terdapat banyak faktor yang harus dipertimbangkan. 

Tanya jawab tersebut berlangsung ba’da Salat Magrib hingga masuknya waktu Salat Isya. Karena masih banyak yang ingin bertanya, maka MUI menyarankan bisa dilakukan secara tertulis atau datang langsung ke kantor MUI Makassar di Jalan Tarakan. (*) 

LAINNYA

KOTA MAKASSAR

Subuh
Terbit
Dhuha
Dzuhur
Ashar
Maghrib
Isya

TERBARU

Open chat
Assalamualaikum,
Silahkan Ajukan Pertanyaan Di Menu Tanya Ulama