spot_img
BerandaPeristiwaKetika Ulama Unjuk Pantun untuk Dakwah yang Santun

Ketika Ulama Unjuk Pantun untuk Dakwah yang Santun

Laporan Khusus : Kunker MUI Makassar ke Balikpapan (2)

MUIMAKASSAR.OR.ID, Balikpapan – Bersilaturrahim dan memetik pelajaran. Begitulah antara lain misi kunjungan kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar ke sejumlah daerah.

Dalam kunjungannya ke Balikpapan Senin 7 Agustus 2023, para pengurus MUI Makassar disambut penuh kehangatan oleh pengurus MUI Balikpapan. Bahkan, penyambutan sudah dilakukan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan.

Kantor MUI Balikpapan sendiri berada di Kompleks Masjid Balikpapan Islamic Center (BIC), Jalan Belibis Kelurahan Gunung Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan. Dari kejauhan, kantor yang berada di puncak bukit kecil tersebut mirip bangunan masjid. Atap bagian tengahnya berbentuk kerucut berundak. Bangunannya melebar dengan cat didominasi warna putih.

Bus berbodi cukup besar, yang membawa rombongan MUI Makassar bergerak masuk melalui jalan depan Masjid Balikpapan Islamic Center. Semantara dari jalan depan kantor MUI Balikpapan, bisa diakses dengan menaiki tangga batu. Lumayan terjal dan tinggi.

Rombongan pengurus MUI Makassar diterima di sebuah ruangan yang cukup lega. Catnya juga dominan putih, kecuali dinding latar set panggung yang berwarna hijau dengan garis putih. Di situ tampak tergantung foto Presisden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, dengan gambar Garuda di tengahnya.

Ketua MUI Balikpapan Habib Mahdar Abu Bakar Al-Qadri dan sekretarisnya KH. Muhammad Muslikh, S.Pdi berada di set panggung itu, bersama Ketua Makassar Anregurutta Syekh Dr. Baharuddin HS didampingi sekretaris Dr.KH. Maskur Yusuf, M.Ag.  Rombongan MUI Makassar dalam kunjungan kerja ke Balipapan ini, terdiri para pengurus harian dan ketua-ketua serta sekretaris komisi.

Pertemuan diawali dengan perkenalan para pengurus masing-masing. Habib Mahdar menceritakan, berbagai kiat dan strategi yang dilakukan MUI Balikpapan dalam berdakwah demi memberi pemahaman kepada umat, agar berada pada koridor yang benar.

Menurutnya, terjun langsung dan berbaur dengan masyarakat sangat efektif dan memberi dampak. Dalam hal ini, Habib Mahdar berusaha beradaptasi dan menyelami kebiasaan berbagai kelompok masyarakat.  Misal, jika akan menemui pemuda yang suka main gitar, maka juga akan nimbrung bermain gitar. Bila menemui orang yang suka nongkrong di warkop, maka Habib Mahdar juga tak kikuk ikut nongkrong di warkop.

“Saya, kalau bertemu dengan orang Bugis, maka saya berbahasa Bugis. Ketemu orang Dayak, maka saya akan berbahasa Dayak. Ketemu orang Jawa, saya ikut menyapa dengan bahasa Jawa,” urai Habib Mahdar yang memang menguasai beberapa bahasa, baik bahasa lokal maupun internasional.

Habib Mahdar adalah alumni Pondok Modern Gontor dan Universitas Al-Ashar, Kairo Mesir. Saat ini menjadi pemilik pondok modern dan panti asuhan Nurul Khaeraat Lil Muhibbiin Balikpapan. Ia berpesan lewat sebuah untaian kata nan indah, bahwa dakwah itu hendaknya bisa merangkul bukan memukul.

“Dakwah itu merangkul bukan memukul, menyayangi bukan menyaingi, mendidik bukan membidik, membina bukan menghina, mencari solusi bukan mencari simpati, membela bukan mencela,” tandasnya.

Disuguhi untaian kata-kata indah, Ketua Makassar Anregurutta Syekh Dr. H. Baharuddin saat memberi pengantar, juga tak mau kalah. Ia menyelipkan pantun-pantun dalam sambutannya, seperti di bawah ini:

Di Kalimantan, ada kota Balikpapan,

Penduduknya cukup sandang, pangan dan papan,

Masyarakatnya mempunyai cita dan harapan,

Untuk menggapai bahagia masa depan.

Di Sulawesi ada kota Ujung Pandang,

Di Pantai Losari ada warung terpanjang,

Aneka kuliner banyak terpajang,

Pisang epek racikan pisang panggang,

Syekh Baharuddin menyatakan, bahwa kunjungan kerja MU Makassar adalah agar saling kenal satu sama lain. Banyak MUI di Indonesia tapi tdk saling kenal. Padahal tugasnya sama yaitu sebagai khadimul ummah (pelayan umat)

Ia berharap, melalui silaturrahim dan bertukar pikiran dengan MUI kota-kota lainnya, dapat mengambil pelajaran yang bisa diwujudkan dalam program kerja, terutama sebagai pelayan umat.

Tukar pikiran di antara pengurus MUI Balikpapan dan Makassar berlangsung hangat. Mereka saling mengutarakan program kerja dan capaian-capaiannya serta menebar inspirasi. Waktupun seperti berlalu begitu cepat, sehingga tidak semua mendapat kesempatan untuk tanya jawab.

Pengurus MUI Makassar yang mendapat kesempatan untuk menyatakan pendapat antara lain Bendahara MUI Makassar Drs. HM Yunus HJ, M.Si, Ketua Dr. KH. Amirullah Amri, MA, Ketua Komisi Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Prof. Dr. Hamdar Arraiyyah, Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Dr. H. Idris Parakassi, Ketua Komisi Perempuan, Remaja & Pemberdayaan Keluarga Dra. Hj. Syukriah Ahmad serta Ketua Komisi Infokom Muannas, S.Sos, M.A.P.

Prof. Dr. Hamdar Arraiyyah yang berkesempatan mengemukakan gagasannya, juga tak ketinggalan berpantun. Peneliti BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) itu memang dikenal cukup produktif dalam melahirkan tulisan-tulisan pantun. Ia juga menyerahkan sejumlah buku hasil karyanya untuk Perpustakaan MUI Balikpapan. (*)

LAINNYA

KOTA MAKASSAR

Subuh
Terbit
Dhuha
Dzuhur
Ashar
Maghrib
Isya

TERBARU

Open chat
Assalamualaikum,
Silahkan Ajukan Pertanyaan Di Menu Tanya Ulama