spot_img
BerandaPeristiwaKopiah Manik Dayak, Special Welcome MUI Makassar di Balikpapan

Kopiah Manik Dayak, Special Welcome MUI Makassar di Balikpapan

Laporan Khusus : Kunker MUI Makassar ke Balikpapan (1)

MUIMAKASSAR.OR.ID, Balikpapan – Udara sejuk menyapa pagi Senin 7 Agustus 2023 di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan. Hujan baru saja membasuh bumi, setelah sekian lama kemarau melanda.

Landasan pacu Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan tampak masih kuyup saat Pesawat Super Jet Air Bus 320 yang membawa rombongan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar mendarat pukul 08.21 WITA.

Penerbangan dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar ke Balikpapan ditempuh kurang dari satu jam. Pesawat menjelajah angkasa pada ketinggian 28 ribu kaki atau sekitar 8,5 kilometer. Di awal keberangkatan, pilot dari ruang kemudi menginformasikan bahwa cuaca sepanjang perjalanan cukup cerah dengan suhu 26 derajat celcius.

Perubahan cuaca terjadi Sekitar 30 menit menjelang  pesawat landing. Pilot kembali mengumumkan bahwa cuaca mendung, dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan sedang turun hujan. Saat pesawat mendekat, hujan sudah mereda dan menyisakan embun di jendela pesawat.

Dulu bandara ini mentereng dengan nama Bandara Sepinggan Balikpapan, lantaran berada di Kawasan Sepinggan. Kata Sepinggan, merupakan Bahasa Kutai yang berarti satu piring. Seringkali bandara ini menjadi alternatif ketika cuaca di Bandara Hasanuddin Makassar tidak aman untuk pesawat melakukan pendaratan.

Pada September 2014, Bandara Sepinggan berubah nama menjadi Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. Sultan Aji Muhammad Sulaiman adalah Raja Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-17 yang memerintah 1850 – 1899.  Dia bergelar Al Adil Khalifatul Amirul Mu’minin Fibilade Kutai.

Di era Pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Kerajaan Kutai Kertanegara Ing Martadipura mecapai zaman keemasannya di bidang ekonomi. Kebijakan-kebijakan Sultan membangkitkan potensi besar dari sumber daya alam Kutai terutama minyak dan fosil hutan untuk kesejahteraan rakyat.

Saat rombongan MUI Makassar menjejakkan kaki di bandara itu, suasana masih terbilang sepi.  Sebuah iklan promosi yang dicetak di atas bahan vynill tampak merekat kuat di dinding kiri menuju jalan keluar bandara. Tulisannya menonjol: “Destination of Paradise East Borneo” disertai jejeran foto keindahan alam, pantai  dan keindahan bawah laut.

Melewati promosi keindahan alam itu, segera kita bisa baca tulisan lainnya “welcome to balikpapan”. Spot ini menjadi favorit pengunjung untuk ber-swafoto. Tulisannya bakal membuktikan bahwa benar-benar berada di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sebelum benar-benar keluar dari gedung bandara, langkah rombongan MUI Makassar mendadak terhenti. Tampak seseorang berperawakan tinggi, mengenakan jubah putih dan kopiah putih datang menghampiri. Dia tak lain adalah Ketua MUI Balikpapan, Habib Mahdar Abu Bakar Al-Qadri, MA. Habib Mahdar bersama pengurus MUI Balikpapan datang langsung menyambut kedatangan rombongan MUI Makassar di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.

Sejurus kemudian, Habib Mahdar mengenakan kopiah Manik Khas Dayak disertai selendang kepada Ketua MUI Makassar AG. Syekh. Dr.H.Baharuddin AS dan Bendahara HM Yunus, HJ sebagai simbol sambutan selamat datang.

Songkok dan seledang itu tampak didominasi warna kontras atau terang seperti merah, kuning, hijau, putih, dan hitam. Bagi suku Dayak, warna-warna terang ini dianggap sebagai lambang keharmonisan.

Habib Mahdar Abu Bakar Al-Qadri sendiri, sejatinya berdarah Bugis Mandar dan Palu Sulawesi Tengah. Habib Mahdar menahkodai MUI Balikpapan sejak 11 Desember 2021, untuk masa khidmat 2021 – 2026. (*)

LAINNYA

KOTA MAKASSAR

Subuh
Terbit
Dhuha
Dzuhur
Ashar
Maghrib
Isya

TERBARU

Open chat
Assalamualaikum,
Silahkan Ajukan Pertanyaan Di Menu Tanya Ulama