spot_img
BerandaPeristiwaPeringatan, Panitia Qurban tak Boleh Lakukan Ini

Peringatan, Panitia Qurban tak Boleh Lakukan Ini

MUIMAKASSAR.OR.ID, Makassar – Andai panitia penyembelihan hewan qurban? Lazimnya panitia menyisihkan dana operasional penyelenggaraan pemotongan hewan qurban dari dana yang disetorkan oleh shohibul qurban (orang yang berqurban).Apakah hal itu dibolehkan, bagaimana hukumnya?

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar, Syekh AG. Dr. H. Baharuddin AS meminta kepada para panitia qurban untuk hati-hati. Pasalnya, penggunaan dana yang disetorkan oleh shohibul qurban untuk membeli sapi atau kambing, tidak boleh digunakan untuk kepentingan operasional panitia.

“Tidak boleh kalau harga tersebut  dipotong dari harga binatang qurban. Contoh, harga (yang disetorkan) per orang Rp 2 juta, maka tidak boleh diambil dari harga tsb. Kalau mau dikeluarkan biaya untuk panitia harus ditambah biaya sesuai kebutuhan,” katanya.

Hal tersebut, urai Syekh Baharuddin, sama kedudukannya bahwa kulit binatang qurban tidak boleh dijadikan sebagai upah tukang sembelih hewan qurban. Tukang sembelih boleh diberikan sebagai sadaqah atas kesepakatan shohibul qurban boleh.

Syekh Baharuddin menegaskan, kalau upah tukang sembelih hewan qurban maupun kebutuhan operasional panitia harus diambilkan dari dana lain yang bukan merupakan dana pembelian hewan qurban.

Panitia harus menjelaskan kepada shohibul qurban, bahwa dari dana yang disetorkan, pengalokasiannya ada dua yaitu jumlah sekian untuk membeli sapi dan jumlah sekian untuk kebutuhan operasional panitia.

Ia mengatakan bahwa dalil hukum hal itu dapat diqiyaskan kepada hadist yang melarang memberikan bagian-bagian tertentu dari hewan yang diqurbankan kepada tukang jagal sebagai upah.

Hal tersebut dapat dibaca dalam hadist yang diriwayatkan Bukhari – Muslim sebagai berikut :

عن علي قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أمرني أن أقوم على بدنه وان أتصدق بلحمها وجلودها … وان لا أعطى الجزار منها ، وقال نحن نعطيه من عندنا (رواه البخارى ومسلم)

Terjemahan : Dari Ali R.A. ia berkata, Rasulullah memerintahkanku untuk mengurusi penyembelihan unta qurbannya dan juga membagikan semua dagingnya dan kulitnya… dan aku tidak diperbolehkan untuk memberikan bagian apa pun kpd tukang jagal. Ali berkata: Kami memberikan tukang jagal dari bagian kami (HR. Bukhari-Muslim)

LAINNYA

KOTA MAKASSAR

Subuh
Terbit
Dhuha
Dzuhur
Ashar
Maghrib
Isya

TERBARU

Open chat
Assalamualaikum,
Silahkan Ajukan Pertanyaan Di Menu Tanya Ulama