spot_img
BerandaPeristiwaSekum MUI Makassar Beri  Pembekalan Pelaksanaan Puncak Ibadah Haji 1444 H/ 2023...

Sekum MUI Makassar Beri  Pembekalan Pelaksanaan Puncak Ibadah Haji 1444 H/ 2023 M

MUIMAKASSAR.OR.ID, MEKKAH –  Puncak pelaksanaan ibadah haji 1444 H/ 2023 M sisa menghitung jam. Jutaan jamaah calon haji (JCH) kini sudah berkumpul di Mekkah, Arab Saudi, dan bersiap mengikuti rangkaian proses ibadah haji di Arafah, Muzdalfah dan Mina (Armina)

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar, Dr. KH. Maskur Yusuf, yang menjadi salah satu pembimbing jamaah haji, Sabtu (24/6/2023) waktu setempat, memberikan materi pemantapan  untuk pelaksanaan rangkaian puncak ibadah haji bagi 118 orang jamaah KBIHU Zamzam yang dipimpinnya. Kegiatan pemantapan dan pembekalan tersebut berlangsung di Hotel Yaqub Bet Mekah.

Penjelasan yang disampaikan KH Maskur mulai berangkat dari hotel pada  8 Dzulhijjah. Sebelum ke Arafah yang berjarak sekitar 10 kiometer dari hotel, jamaah dianjurkan terlebih dahulu merapikan bulu-bulu, potong kuku lalu mandi ihram.

Jamaah  diminta  berpakaian Ihram, lalu shalat sunnat ihram, berniat, berdoa, bertalbiah menuju mobil selanjutnya menuju Arafah,” paparnya.

Bila sudah di Arafah, Kyai Maskur meminta jamaah agar fokus untuk wukuf.  Wukuf dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah, dimulai saat matahari tergelincir hingga terbenam. Rangkaian wukuf antara lain mendengarkan khutbah wukuf, shalat Dhuhur dan Ashar secara Jama’ Takdim. Setelahnya, jamaah dianjurkan memperbanyak wirid, dzikir, doa dan membaca al quran sembari menunggu jadwal mabit di Musdalifah.

Sekretaris Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Makassar ini juga mengingatkan kepada jamaah agar mematikan telepon genggam (hp) selama Wukuf berlangsung, agar ibadah wukuf  benar-benar khusyu.

Setelah ibadah wuquf selesai, maka jamaah akan menuju Muzdalifah untuk.mabit. Yang dilakukan di Muzdalifah adalah sambil menunggu waktu pukul.nol-nol  untuk kemudian mabit di Mina, maka jamaah dianjurkan mmungut kerikil untuk  digunakan melontar di Mina.

“Bagi yang nafar awal ambil 49 biji,  sebaiknya lebih., Bagi yg nafar tsani ambil 70 biji, sebaiknya lebih,” katanya.

Setelah itu jamaah bergeser ke Mina dengan tetap naik mobil,  yang jaraknya 2 km.

Kegiatan ibadah di Mina termasuk wajib haji, yaitu mabit dan melontar. Pada 10 Dzulhijjah jamaah hanya melontar jamarat  aqabah. Setelah itu memotong rambut atau tahallul.awal, 

Setelah itu, ganti baju yang berarti hal yang tadinya haram menjadi halal kembali, kecuali suami Isteri belum bisa melakukan hubungan intim.

KH Maskur yang juga Ketua Angkatan Muda Haji Indinesia (AMHI) Sulsel menambahkan, karena jamaah  KBIHU Zamzam mengambil Nafar Awal, maka sisa lontaran yg harus diselesaikan pada  11 Dzulhijjah dan 12 Dzulhinjah adalah Wula.Wustha dan Aqabah

Prosesi selanjutnya adalah menuju.Masjidil.Haram untuk  Tawaf Ifadah dan Sa’ i serta Tahallul Tsani sebagai bahagian dari Rukun Hajji.

Adapun Tawaf Wada bisa dilakukan setelah beristirahat beberapa menit setelah Tawaf Ifadan dan Sa’ . (*)

LAINNYA

KOTA MAKASSAR

Subuh
Terbit
Dhuha
Dzuhur
Ashar
Maghrib
Isya

TERBARU

Open chat
Assalamualaikum,
Silahkan Ajukan Pertanyaan Di Menu Tanya Ulama