spot_img
BerandaPeristiwaTerima Mahasiswa UIN Alauddin, Ketua MUI Makassar Ditanya Rupa-rupa Masalah

Terima Mahasiswa UIN Alauddin, Ketua MUI Makassar Ditanya Rupa-rupa Masalah

MUIMAKASSAR.OR.ID, Makassar – Di tengah melimpahnya informasi dan sumber pengetahuan, maka sanad keilmuan memegang posisi penting dalam pencarian ilmu agama. Oleh karena itu, penting untuk mencari guru yang tepat.

Kesadaran itulah yang mendorong hampir 100 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar datang ke kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar, Selasa 13 Juni 2023. Mereka diterima langsung Ketua MUI Makassar, Syekh AG.Dr.KH. Baharuddin, AS, MA.

Rombongan mahasiswa tersebut berasal dari Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar. Kedatangan mereka diantar dosennya Andi Fauziah Astrid Abidin, yang mengampuh mata kuliah Islam dan Budaya Lokal.

Kepada mahasiswa, Syekh AG.Dr.KH. Baharuddin, AS, MA memahamkan sejarah berdirinya MUI dan tugas pokoknya selaku khadimul ummah (pelayan umat). Juga mengenalkan organ-organ kepengurusan yang ada di MUI Makassar serta program kerja yang telah disusun, serta posisi MUI sebagai mitra pemerintah.

Saat sesi diskusi, mahasiswa tampak antusias mengajukan rupa-rupa pertanyaan dan masalah. Pertanyaan mereka, mulai perbedaan penentuan awal puasa ramadhan dan Idul Fitri, fatwa-fatwa yang dikeluarkan MUI, sertifikasi halal, bank syariah versus bank konvensional, apa hukumnya merokok, hingga meminta pandangan soal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang yang sudah overcapacity dan baunya mengganggu warga.

Tak hanya itu, seorang mahasiswa, Salsabila, tak ketinggalan menanyakan sebuah kejadian di kampungnya.  Salsabila menanyakan, di kampungnya Sinjai, ada ibu yang melahirkan kembar, tapi setelah melahirkan, salah seorang anaknya menghilang begitu saja secara gaib. Namun hingga kini, orangtuanya tetap selalu menyajikan makanan untuk anaknya yang hilang tersebut di tempat tertentu.

“Begini ustadz, ada ibu mengandung kembar, tapi satu hilang saat dilahirkan atau istilahnya mallajang. Tapi hingga kini, ibunya membuat tempat khusus dan selalu disajikan makanan layaknya anaknya masih hidup. Bagaimana itu hukumnya,” tanya Salsabila.

Semua pertanyaan mahasiswa itu diladeni oleh Ketua MUI Makassar, Syekh AG.Dr.KH. Baharuddin, AS, MA. Satu per satu pertanyaan dijawab. Sehingga tak terasa, pertemuan dua gelombang kelompok mahasiswa yang berlangsung sejak pukul 13.00 wita, baru berakhir pukul 17.00 wita.

Syekh AG.Dr.KH. Baharuddin, menyambut baik kedatangan dan antusias mahasiswa tersebut. Ia pun berharap, masih akan ada pertemuan-pertemuan selanjutnya. (*)

LAINNYA

KOTA MAKASSAR

Subuh
Terbit
Dhuha
Dzuhur
Ashar
Maghrib
Isya

TERBARU

Open chat
Assalamualaikum,
Silahkan Ajukan Pertanyaan Di Menu Tanya Ulama