spot_img
BerandaPeristiwaMUI Sulsel : Maccera’ Tasi’ Mengarah Syirik

MUI Sulsel : Maccera’ Tasi’ Mengarah Syirik

MUIMAKASSAR.OR.ID, Makassar – Bagi nelayan Sulawesi Selatan, Maccera‘ Tasi‘ merupakan ritual tahunan yang kerap dilakukan. Tapi mulai sekarang, pelaksanaan ritual tersebut hendaknya dipikirkan ulang kembali.

Pasalnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan menegaskan bahwa ritual Maccera’ Tasi” mengarah kepada kesyirikan atau perbuatan menduakan Tuhan. Oleh karena itu, ritual tersebut hendaknya ditinggalkan dan tidak dilestarikan.

Penegasan tentang kedudukan hukum ritual Maccera‘ Tasi‘ tersebut tertuang dalam Maklumat MUI Sulawesi Selatan Nomor -05/DP.P.XXI/VI/Tahun 2023, tertanggal 7 Juni 2023. Maklumat ditandatangani Ketua Umum MUI Sulsel, Prof. Dr. KH. Najmuddin, MA, bersama Sekretaris Umum, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag.

Proses Maccera’ Tasi’ yang dijumpai di beberapa daerah di Sulawesi Selatan, dimaksudkan sebagai bentuk kesyukuran atas apa yang diberikan oleh alam (laut). Namun demikian, cara-cara mempersembahkan sesajian kepada laut tidak sesuai dengan syariat Islam.

Maklumat MUI Sulsel diterbitkan setelah memperoleh laporan hasil penelitian Iapangan yang dilakukan oleh tim majelis ulama daerah. Di antara MUI daerah yang melakukan penelitian adalah MUI Kabupaten Pangkep, yang memang memiliki populasi nelayan yang besar.

Prof.Dr.KH.Muammar Bakri, Lc, M.Ag

“Pelaksanaan sebuah ritual Maccera’ Tasi’ dengan maksud untuk mensyukuri pemberian dari Allah SWT melalui laut tidaklah kita mendapatkan ajarannya dari Al-Qur’an dan sunnah sehingga mengarah kepada kesyirikan,” demikian petikan isi Maklumat MUI Sulsel.

Maccera‘ Tasi‘ merupakan sebuah ritual berwujud melarung sesajen bersama kepala hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing ataupun makanan tertentu ke laut. Ritual ini kerap dilakukan kalangan nelayan yang diwarisi secara turun temurun, sebagai bentuk kesyukuran atas hasil laut yang diperolehnya.

Sekretaris Umum MUI Sulsel, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag, mengimbau agar umat Islam melakukan ritual kesyukuran sesuai dengan ajaran yang telah disampaikan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. “Dalam hal mensyukuri nikmat Allah SWT adalah sesuatu yang diperintahkan, namun dengan cara yang tidak bertentangan petunjuk Allah,” tandasnya.

Dalam maklumatnya, MUI Sulsel juga mengimbau pemerintah untuk tidak ikut mendorong pelestarian budaya yang bertentangan dengan syariat Islam. Acara Maccera‘ Tasi‘ di sejumlah daerah memang diikuti dan direstui pemerintah setempat. Bahkan, di sejumlah daerah ritual ini dipandang sebagai budaya yang perlu dilestarikan. (*)

LAINNYA

KOTA MAKASSAR

Subuh
Terbit
Dhuha
Dzuhur
Ashar
Maghrib
Isya

TERBARU

Open chat
Assalamualaikum,
Silahkan Ajukan Pertanyaan Di Menu Tanya Ulama