spot_img
BerandaPeristiwaMUI Makassar Ajak Perkuat Kesadaran Hukum Keluarga

MUI Makassar Ajak Perkuat Kesadaran Hukum Keluarga

MUIMAKASSAR.OR.ID, Makassar – Penguatan kesadaran hukum pada level keluarga penting senantiasa dijaga kesinambungannya. Keluarga yang sadar hukum merupakan manisfestasi pengejawantahan ajaran Islam.

Ketua Komisi Hukum, HAM, dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar, Prof.Dr.H. Marillang, SH. M. Hum, menegaskan, hukum keluarga adalah hukum yang mengatur bagaimana menata kesadaran dan kepatuhan terhadap hak dan kewajiban setiap anggota keluarga.

“Keluarga yang memiliki kesadaran yang kuat tentang nilai-nilai dan norma hukum maka dengan sendirinya kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap hukum akan terwujud,” demikian pemaparan Prof Marillang, dalam workshop hukum MUI Kota Makssar di Hotel Horison Ultima Makassar, Sabtu (27/5/2023).

Workshop dinisiasi Komisi Hukum, HAM dan Perundang-undangan MUI Makassar. Tema workshop yakni  “Penguatan Kesadaran Hukum Keluarga merupakan Manifestasi Pengejawantahan Ajaran Islam. Lebih 100 orang peserta antuasias mengikuti workshop, yang berasal dari perwakilan majelis taklim, ketua RT dan RW serta mahasiswa se-kota Makassar.

Selain Prof Marillang, narasumber dalam workshop itu yakni Kapolrestabes Makassar yang diwakili Kasubnit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Reskrim Polrestabes Makassar, Iptu Syahuddin Rahman, SH.  

Workshop dibuka Walikota Makassar yang diwakili Kabag Hukum Pemkot Makassar Dr. Daniati, S.STP, MH. Dalam sambutan pembukannya, Daniati mengatakan, supremasi hukum hanya akan berarti bila ada penegakan hukum. Sementara penegakan hukum hanya akan mempunyai nilai evaluatif jika disertai dengan pemberlakuan hukum yang responsif, yang mengedepan prinsip persamaan di hadapan hukum yang dilandasi nilai dan rasa keadilan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Sementara itu, Ketua MUI Makassar, Syekh AG. KH., Baharuddin HS, menyampaikan tujuan digelarnya workshop hukum tersebut yakni untuk memberi edukasi kepada peserta agar mengetahui hukum yang berlaku di dalam keluarga.

“Jadi memang kita masyarakat kita masih perlu bimbingan terhadap hukum karena masyarakat banyak belum sadar tentang hukum, maka dari itu kita adakan, MUI sebagai pelayan masyarakat dalam berbagai hal perlu menyampaikan ini,” tuturnya.

AGH. Baharuddin meminta para peserta agar bisa menyampaikan kembali ke masyarakat tentang apa hukum-hukum yang mesti diketahui dan mesti dijalankan serta dipatuhi dalam keluarga. Pengetahuan akan hukum dalam rumah tangga, katanya, sangatlah penting agar masyarakat sadar bahwa setiap pelanggaran seperti kekerasan pasti ada sanksinya. Tanpa mematuhi hukum maka akan kacau.

“Ini banyak masalah hukum, termasuk hukum keluarga terkadang banyak permasalahan, antar orangtua dengan anak, suami dengan istri, tetangga, oleh karena itu setiap pelanggaran kita harus sadar sanksi hukumnya ini yang perlu,” terangnya.

Menyusul banyak masalah hukum keluarga, maka MUI Makassar berencana membuka layanan konsultas hukum keluarga. “Kami di MUI berencana akan memfasilitasi masyarakat apabila ada aduan-aduan hukum yang dialami,” tandasnya. (#)

LAINNYA

KOTA MAKASSAR

Subuh
Terbit
Dhuha
Dzuhur
Ashar
Maghrib
Isya

TERBARU

Open chat
Assalamualaikum,
Silahkan Ajukan Pertanyaan Di Menu Tanya Ulama